Sistem Gerbang Kembar dilengkapi dengan teknologi verifikasi otomatis yang dirancang untuk mempercepat alur masuk dan keluar. Untuk memastikan pengoperasian berjalan optimal dan menghindari kendala te...Lihat SelengkapnyaSistem Gerbang Kembar dilengkapi dengan teknologi verifikasi otomatis yang dirancang untuk mempercepat alur masuk dan keluar. Untuk memastikan pengoperasian berjalan optimal dan menghindari kendala teknis saat melintas, panduan penggunaan lengkap (manual book) telah disediakan dan dapat diakses oleh seluruh pengguna.
Seluruh panduan teknis, langkah-langkah verifikasi, hingga prosedur penanganan kendala darurat dapat diakses langsung melalui tautan berikut:
đŸ‘‰ https://drive.google.com/file/d/1bAZh5RyAapdsz44aZ9dZMBkOHDgSzMP6/view?usp=drive_link
Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuasin melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) strategis dalam rangka memantau dan mendorong percepatan penuntasan penanganan Anak Tidak Seko...Lihat SelengkapnyaKomisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuasin melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) strategis dalam rangka memantau dan mendorong percepatan penuntasan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Kunjungan ini difokuskan pada optimalisasi program inovatif daerah, yakni Gerakan Bersama Mengentaskan Anak Tidak Sekolah (Gerbang Kembar).
https://drive.google.com/drive/folders/1FkeDzmNzNAopRCJUUZZ1ewNRSLV5i2Pk?usp=drive_link
Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan terus bergerak cepat menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya. Salah satu garda terdepan yang aktif menyukseskan misi ini adalah UPT Satuan Pendidikan S...Lihat SelengkapnyaDinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan terus bergerak cepat menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya. Salah satu garda terdepan yang aktif menyukseskan misi ini adalah UPT Satuan Pendidikan SMP Negeri 4 (Satu Atap) yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui program "Gerbang Kembar" atau Gerakan Bangkit Kembali Belajar, yang difokuskan untuk mengembalikan anak-anak yang putus sekolah agar mau kembali ke bangku pendidikan.
SMPN 3 Nguling menuai apresiasi besar atas komitmennya menuntaskan masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pasuruan. Melalui inovasi Sistem Penerimaan Murid Baru Pendidikan Jarak Jauh (SPMB PJJ)...Lihat SelengkapnyaSMPN 3 Nguling menuai apresiasi besar atas komitmennya menuntaskan masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pasuruan. Melalui inovasi Sistem Penerimaan Murid Baru Pendidikan Jarak Jauh (SPMB PJJ), sekolah ini sukses membawa anak-anak yang putus sekolah kembali mengenyam pendidikan.
Langkah ini dinilai sebagai solusi cerdas mengatasi kendala jarak dan ekonomi yang kerap menjadi penghalang anak-anak untuk belajar. Dengan sistem PJJ, siswa mendapatkan fleksibilitas waktu tanpa kehilangan hak memperoleh materi pembelajaran yang berkualitas.
Keberhasilan SMPN 3 Nguling menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan tidak menghalangi hak anak untuk cerdas. Dedikasi ini diharapkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Pasuruan dalam mempercepat penuntasan ATS demi masa depan generasi muda yang lebih baik.
Program Penuntasan ATS di SMP Negeri 3 Nguling | Pendidikan Formal untuk Santri
6 dilihat
Profil SMP Negeri 3 Nguling
SMP Negeri 3 Nguling berkomitmen menghadirkan akses pendidikan formal bagi seluruh anak, termasuk melalui Program Penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang ditujukan khusus bagi santri di pondok pesantren.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, program ini menjadi wujud nyata sinergi antara sekolah dan pesantren dalam memberikan kesempatan kepada para santri untuk memperoleh pendidikan formal tanpa meninggalkan pendidikan kepesantrenan.
Melalui video ini, kami mengajak Anda melihat bagaimana proses pembelajaran, semangat para santri, serta komitmen SMP Negeri 3 Nguling dalam mendukung pemerataan pendidikan dan menciptakan generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
Semoga video ini dapat memberikan inspirasi bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan belajar dan meraih cita-citanya.
SMP Negeri 3 Nguling
Bersama Membuka Akses Pendidikan, Bersama Membangun Masa Depan.
Proses verifikasi dan validasi (verval) lapangan bagi calon siswa Sekolah Rakyat resmi dimulai. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan pendidikan jatuh ke tangan yang tepat dan objektif.
Hari p...Lihat SelengkapnyaProses verifikasi dan validasi (verval) lapangan bagi calon siswa Sekolah Rakyat resmi dimulai. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan pendidikan jatuh ke tangan yang tepat dan objektif.
Hari pertama kunjungan telah dimulai sejak Jumat, 29 Mei 2026, dengan menyisir wilayah permukiman warga. Untuk menjaga akurasi data, tim verifikator di lapangan merupakan gabungan dari tiga instansi, yaitu:
Dinas Pendidikan: Meninjau hak pendidikan dan zonasi.
Dinas Sosial: Memvalidasi data kesejahteraan keluarga (DTKS).
Pihak Kecamatan: Memvalidasi kondisi rill warga di lingkungan setempat.
Tim gabungan langsung mendatangi rumah warga untuk melihat kondisi sosial-ekonomi calon siswa. Langkah "jemput bola" ini disambut positif oleh masyarakat karena dinilai lebih transparan dan mencegah manipulasi data.
Setelah kunjungan lapangan selesai, tim akan menggelar rapat pleno sebelum mengumumkan daftar resmi siswa yang lolos seleksi Sekolah Rakyat tahun ini.
ayo tuntaskan ATS dengan kembali ke sekolah.
Menolak menyerah pada keadaan, penanganan terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diadukan pada 15 Mei 2026 lalu akhirnya membuahkan hasil manis. Hanya dalam waktu lima hari, tepatnya pada 20 Mei 2026,...Lihat SelengkapnyaMenolak menyerah pada keadaan, penanganan terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diadukan pada 15 Mei 2026 lalu akhirnya membuahkan hasil manis. Hanya dalam waktu lima hari, tepatnya pada 20 Mei 2026, seluruh proses pendampingan, advokasi, dan pemenuhan hak administrasi tersebut telah rampung diselesaikan.
Langkah cepat ini memastikan bahwa kini tidak lagi berstatus ATS dan siap menyongsong masa depan yang lebih cerah di bangku sekolah. Penuntasan aduan ini menjadi bukti komitmen nyata kita bersama dalam memastikan "Tidak Ada Anak yang Tertinggal" dalam mendapatkan hak pendidikan.
Program ‘Gerbang Kembar’ Sukses Antar Anak Korban Bullying Kembali Sekolah hingga Ujian
Pasuruan, 1 April 2026 – Seorang remaja yang sempat putus sekolah akibat menjadi korban perundungan (bullying) ...Lihat SelengkapnyaProgram ‘Gerbang Kembar’ Sukses Antar Anak Korban Bullying Kembali Sekolah hingga Ujian
Pasuruan, 1 April 2026 – Seorang remaja yang sempat putus sekolah akibat menjadi korban perundungan (bullying) hebat, hari ini resmi kembali ke bangku sekolah dan siap mengikuti ujian kelulusan. Keberhasilan ini terwujud berkat intervensi cepat dari program "Gerbang Kembar".
Sebelumnya, trauma mendalam membuat anak tersebut memilih berhenti sekolah (Anak Tidak Sekolah/ATS)
Tepat pada 1 April 2026, langkah kaki anak tersebut menuju ruang ujian tidak lagi disertai ketakutan, melainkan rasa optimisme. Pihak keluarga pun menyampaikan rasa haru dan terima kasih karena program ini telah menyelamatkan masa depan anak mereka yang sempat meredup.
Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan yang humanis dan sinergis mampu menuntaskan masalah ATS akibat perundungan, sekaligus memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikannya.
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Pasuruan Gelar Sosialisasi Data ATS
PASURUAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pasuruan menggelar Sosialisasi Data Anak Tidak Sekolah (ATS) pada Rabu, 18 Februar...Lihat SelengkapnyaTekan Angka Putus Sekolah, Disdik Pasuruan Gelar Sosialisasi Data ATS
PASURUAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pasuruan menggelar Sosialisasi Data Anak Tidak Sekolah (ATS) pada Rabu, 18 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan data dan mempercepat penanganan anak putus sekolah di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Acara ini dihadiri oleh pemangku kepentingan kunci, termasuk Pengawas SMP, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) kecamatan se-Kabupaten Pasuruan.
Untuk mengupas tuntas validasi data, Disdik menghadirkan empat narasumber utama: Pusdatin, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Agama (Kemenag), dan DPRD Kabupaten Pasuruan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Data Valid
Dalam sosialisasi tersebut, Pusdatin dan BPS menekankan pentingnya integrasi sistem data tunggal agar intervensi di lapangan tepat sasaran. Sementara itu, Kemenag memetakan ATS dari sudut pandang pendidikan keagamaan. Dukungan penuh juga datang dari DPRD Kabupaten Pasuruan yang siap mengawal dari sisi regulasi dan anggaran.
"Penanganan ATS adalah tanggung jawab kolektif. Kita butuh data valid dari lapangan yang dikawal langsung oleh Korwil, MKKS, dan Kasi Kesos agar program intervensi tepat sasaran," tegas perwakilan DPRD.
Melalui kegiatan ini, para peserta di tingkat kecamatan diharapkan menjadi ujung tombak dalam memverifikasi data ATS. Sinergi ini optimistis dapat membawa anak-anak yang putus sekolah di Kabupaten Pasuruan kembali mengenyam pendidikan, baik formal maupun kesetaraan.
Sinkronkan Data ATS, Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Gandeng BPS
PASURUAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menggelar audiensi dan koordinasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pas...Lihat SelengkapnyaSinkronkan Data ATS, Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Gandeng BPS
PASURUAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menggelar audiensi dan koordinasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan pada Rabu, 28 Januari 2026. Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan beserta jajaran dengan fokus utama menyinkronkan data Anak Tidak Sekolah (ATS).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama agar intervensi program pendidikan tepat sasaran. Melalui sinergi dengan BPS, diharapkan data makro dan mikro terkait ATS dapat dipetakan secara presisi guna merancang solusi penanganan yang lebih efektif.
Dari hasil koordinasi ini, kedua pihak menyepakati tiga langkah strategis:
Integrasi Data: Menyelaraskan sistem Dapodik dengan basis data BPS.
Verifikasi Lapangan: Mengoptimalkan peran penilik dan perangkat desa untuk validasi faktual di tingkat bawah.
Rencana Aksi: Menjadikan hasil sinkronisasi data sebagai pijakan penyusunan program penuntasan ATS.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen kuat untuk menekan angka ATS dan memastikan seluruh anak di wilayahnya mendapatkan akses pendidikan yang layak.